Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

SELAMAT DATANG DI KUBU JINGGA,BLOG YANG BERISI APA SAJA.
Tampilkan postingan dengan label KHAYANGAN JAGAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHAYANGAN JAGAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2011

Ribuan Umat Hindu Jejali Pura Besakih --Siswa Peserta Ujian Memohon Kelulusan


AMLAPURA—
Meski karya agung Betara Turun Kabeh di Pura Besakih puncaknya jatuh pada purnama kedasa, tepatnya Sabtu (19/3) lalu, namun hingga Senin (28/3) kemarin, ribuan umat Hindu dari berbagai daerah masih menjejali pura terbesar di Bali itu. Hujan besar yang mengguyur sejak pagi tidak mengurungkan niat umat untuk melakukan pemujaan.

Minggu, 20 Maret 2011

Puncak Karya Betara Turun Kabeh Dipuput 33 Sulinggih


AMLAPURA—
Puncak karya Betara Turun Kabeh di Pura Besakih pada purnama Kedasa, Sabtu (19/3) lalu berlangsung khusuk. Ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru nampak mengikuti prosesi tersebut. Meski hujan mengguyur, namun tidaklah mengganggu jalannya upacara. Karya agung yang digelar setiap tahun ini dipuput oleh 33 orang sulinggih.

Kamis, 17 Maret 2011

Betara Turun Kabeh di Pura Besakih, Melasti Diikuti Ribuan Umat


AMLAPURA—
Karya agung Betara Turun Kabeh di Pura Besakih puncaknya akan berlangsung pada Sabtu (19/3) mendatang, tepatnya pada purnama kedasa (bulan kesepuluh). Kamis (17/3) berlangsung upacara melasti (mesucian) ke Toya Soh, Desa Muncan, Selat, Karangasem.

Rabu, 09 Maret 2011

Karya Agung Betara Turun Kabeh di Pura Besakih, Pendakian Ditutup Sementara


AMLAPURA—
Menjelang karya agung Betara Turun Kabeh dan Penyejeg Jagat di Pura Besakih, semua aktifitas pendakian ke Gunung Agung ditutup sementara. Penutupan pendakian dilakukan selama 23 hari mulai tanggal Senin 14 Maret hingga 6 April 2011.

Minggu, 06 Maret 2011

Upacara Neduh Jagat dan Labuh Gentuh di Besakih

AMLAPURA—
Upacara Neduh Jagat dan Tawur Labuh Gentuh digelar di Pura Besakih pada hari Pengerupukan (Tilem sasih Kesanga), Jumat (4/3) lalu. Upacara tersebut masing-masing digelar di Penataran Pura Besakih dan dibencingah Pura Besakih.

Jumat, 10 Desember 2010

SBY Kagumi Besakih --Minta Pejabat Di Bali Doakan Nusantara


AMLAPURA--
Disela-sela kunjungan kerja yang dilakukan ke Bali, Presiden RI DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah Menteri Indonesia Bersatu II menyempatkan diri mengunjungi Pura Besakih yang merupakan Pura terbesar di Bali.

Senin, 01 November 2010

Pengeboran Lereng Lempuyang Ditolak --Tim Sosialisasi Diminta Legowo

AMLAPURA—
Tim peneliti yang berencana melakukan pengeboran di Tukad Bangle, lereng Gunung Lempuyang nampaknya tidak putus asa. Meski rencana pengeborannya tersebut sempat ditolak warga Dusun/Desa Bunutan, Abang, Karangasem, namun Minggu (31/10) tim peneliti kembali mensosialisasikan rencana awalnya untuk mengebor lereng Gunung Lempuyang.

Rabu, 30 Juni 2010

Karangasem-Gianyar Bangun Candi Bentar Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang

AMLAPURA—
Berbagai kelengkapan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang akan dibangun secara bersama-sama oleh Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Gianyar. Dua Kabupaten ini rencananya akan membangun candi bentar apit lawang pintu Selatan yang merupakan bagian dari areal nista mandala pura Lumajang.

Kamis, 13 Mei 2010

Pujawali Pura Lempuyang Diikuti Ribuan Umat Hindu

AMLAPURA—

Puncak pujawali di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Abang, Karangasem, Kamis (13/5) dihadiri ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru. Meski sejak pagi diguyur hujan, namun tidak menyurutkan animo masyarakat untuk tangkil dipura stana Hyang Gni Jaya.

Pantauan dilapangan, kendaraan roda empat yang tidak kebagian tempat dilokasi parkir nampak berjejer sekitar satu kilometer dari tempat parkir. Mengingat jalan menuju Pura sangatlah sempit, umat yang akan melakukan persembahyangan harus berjalan kaki sejauh tujuh kilometer atau menumpang bus khusus yang disediakan panitia menuju Pura.

Menurut Ketua Panitia karya, I Putu Aryawan, mengatakan, pujawali di Pura Lempuyang berlangsung setiap umanis Galungan yakni pada Wraspati, Dungulan. Pujawali ini dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Ida Sanghyang Widi Wasa, sekaligus bentuk permohonan agar selalu dilimpahkan keselamatan dan kemakmuran.

Dalam Pujawali, semua lingkungan Pura dibukit Lempuyang seperti Pura Penataran Agung , Telaga Mas, Pasar Agung, Lempuyang Madya dan Lempuyang Luhur mendapatkan upakara yang sama. Dek.

Senin, 29 Maret 2010

Puncak Karya Betara Turun Kabeh Diikuti Ribuan Umat Hindu



AMLAPURA-
Puncak pelaksanaan karya upacara Ida Betara Turun Kabeh di Pura Besakih, yang jatuh pada Purnama sasih Kedasa (penanggalan Bali), pada Senin (29/3) diikuti ribuan umat Hindu dari berbagai pelosok. Kemacetan panjang terjadi di ruas jalan menuju Pura terbesar di Bali tersebut.

Ditengah ramainya pemedek pada puncak karya ini, Gubernur Bali Mangku Made Pastika nampak ikut berdesakan dengan pemedek lainnya. Saat prosesi berlangsung, mantan Kapolda Bali ini sempat nyungsung Jempana.

Perseahyangan selain diikuti ribuan umat Hindu juga banyak diikuti oleh wisatawan mancanegara. Mereka duduk dengan rapi menggunakan kamben selanjutkan ikut mebakti berbaur dengan umat Hindu lainnya.

Jro Mangku Suyasa mengatakan, Upacara Betara Turun Kabeh dilakukan di Pura Besakih setiap tahun sekali, tepatnya pada purnama sasih kedasa. ‘’Biasanya Purnama Kedasa jatuh pada bulan April, tapi tahun ini jatuh pada akhir bulan Maret,’’ujar Jro Mangku di Besakih ini.

Demikian Jro Suyasa, sebelum upacara inti Betara Turun Kabeh dilakukan, pada Minggu (28/3) lalu dilaksanakan upacara Mapepada. Upacara Mapepada ini dilakukan untuk menyucikan binatang yang akan dipakai dalam upacara Betara Turun Kabeh. Tujuan lainnya menurut Suyasa, Mapepada dilakukan untuk mendoakan binatang yang akan dipakai kurban, agar dalam penitisan berikutnya lebih baik.

Beberapa binatang yang dipakai kurban dalam upacara ini yakni Kerbau, sapi, kambing, penyu, babi dan ayam. Dalam rangakaian upacaranya, semua Betara distanakan di Balai pesamuan agung. Dalam puncak karya ini, upacara dipuput 30 sulinggih yang bertugas terpencar dikompleks Pura Besakih.

Prosesi upacara juga diiringi sesolahan wali bebali seperti Tari Baris, Rejang Dewa, Wayang Gedogan, Topeng dan berbagai tetabuhan. Betara akan nyejer selama 11 hari. Dengan harapan, pemedek yang tidak bisa tangkil hari ini bisa melakukan persembahyangan selama 11 hari kedepan.dek.

Selasa, 23 Maret 2010

Pura Bhur Bwah Swah Sebagai Huluning Bali

KARANGASEM merupakan kawasan huluning Bali. Tidaklah mengherankan jika di Kabupaten ini banyak terdapat pura-pura besar (khayangan jagat). Salah satunya adalah Pura Bhur Bwah Swah, yang berada di Puncak Bukit Bisbis, Seraya, Karangasem.

Keberadaan Pura ini belum banyak dikenal masyarakat luar. Pura Bhur Bwah Swah ini juga dikenal dengan sebutan Pura Puncaksari Gunung Manik Kembar. Karena berada dipuncak bukit Bisbis, pura ini juga disebut Pura Bisbis. Menurut babad Purasadha dan Usana Bali, pura ini merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat.

Letak pura ini bersebelahan dengan Bukit Lempuyang (Pura Kahyangan Jagat Lempuyang stana Ida Betara Hyang Gni Jaya). Bangunan pelinggih pura ini masih berupa bebaturan sederhana. Namun kini, Pura Kahyangan jagat ini mulai di renovasi besar-besaran oleh Pemkab Karangasem dan Pemprop.Bali.

Beberapa pura yang sudah direnovasi yakni bangunan Padmasana dengan arsitektur Garuda Wisnu Kencana. Sumber dananya merupakan bantuan Gubernur Bali. Pura puncak Bisbis ini diempon oleh warga desa adat Seraya bersama warga Sega. Selain perbaikan bangunan, Purana menyangkut keberadaan pura ini juga akan kembali disusun oleh sebuah tim untuk melengkapi sejarah dan riwayat Pura tersebut sebagai pusat hulunya Bali.

Pembangunan Pura diusulkan menggunakan batu sebagai bahan utama. Mengingat, dalam lontar Agni Purana, bahan batu merupakan material utama dalam pembangunan tempat ibadah.

Selama ini, Pelinggih yang sudah dibangun ada 9 buah yang berada di mandala pura Swah. Luas lahan sekitar 4 are terdiri dari pelinggih Padmasana, Pepelik, Taksu Agung, Anglurah Agung, Apit Lawang 2 buah dan Padma Tiga.

Sedangkan di Pura Bwah yang memiliki luas areal sekitar 3 are hanya terdiri dari satu bangunan pelinggih bebaturan yang belum kelar pembangunannya. Sementara areal Bhur memiliki luas sekitar 8 are. Dilokasi ini rencananya baru akan merehab satu pelimggih saja. Pura Swah diyakini oleh umat pegempon Pura sebagai stana Ida Betara Hyang Gni Jaya. Semenatara Pura Bhur merupakan mandala Penataran dan Pura Bwah merupakan identifikasi pelinggih Pasar Agung. dek.