Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Template

Powered by Blogger

SELAMAT DATANG DI KUBU JINGGA,BLOG YANG BERISI APA SAJA.

Senin, 29 Maret 2010

Puncak Karya Betara Turun Kabeh Diikuti Ribuan Umat Hindu



AMLAPURA-
Puncak pelaksanaan karya upacara Ida Betara Turun Kabeh di Pura Besakih, yang jatuh pada Purnama sasih Kedasa (penanggalan Bali), pada Senin (29/3) diikuti ribuan umat Hindu dari berbagai pelosok. Kemacetan panjang terjadi di ruas jalan menuju Pura terbesar di Bali tersebut.

Ditengah ramainya pemedek pada puncak karya ini, Gubernur Bali Mangku Made Pastika nampak ikut berdesakan dengan pemedek lainnya. Saat prosesi berlangsung, mantan Kapolda Bali ini sempat nyungsung Jempana.

Perseahyangan selain diikuti ribuan umat Hindu juga banyak diikuti oleh wisatawan mancanegara. Mereka duduk dengan rapi menggunakan kamben selanjutkan ikut mebakti berbaur dengan umat Hindu lainnya.

Jro Mangku Suyasa mengatakan, Upacara Betara Turun Kabeh dilakukan di Pura Besakih setiap tahun sekali, tepatnya pada purnama sasih kedasa. ‘’Biasanya Purnama Kedasa jatuh pada bulan April, tapi tahun ini jatuh pada akhir bulan Maret,’’ujar Jro Mangku di Besakih ini.

Demikian Jro Suyasa, sebelum upacara inti Betara Turun Kabeh dilakukan, pada Minggu (28/3) lalu dilaksanakan upacara Mapepada. Upacara Mapepada ini dilakukan untuk menyucikan binatang yang akan dipakai dalam upacara Betara Turun Kabeh. Tujuan lainnya menurut Suyasa, Mapepada dilakukan untuk mendoakan binatang yang akan dipakai kurban, agar dalam penitisan berikutnya lebih baik.

Beberapa binatang yang dipakai kurban dalam upacara ini yakni Kerbau, sapi, kambing, penyu, babi dan ayam. Dalam rangakaian upacaranya, semua Betara distanakan di Balai pesamuan agung. Dalam puncak karya ini, upacara dipuput 30 sulinggih yang bertugas terpencar dikompleks Pura Besakih.

Prosesi upacara juga diiringi sesolahan wali bebali seperti Tari Baris, Rejang Dewa, Wayang Gedogan, Topeng dan berbagai tetabuhan. Betara akan nyejer selama 11 hari. Dengan harapan, pemedek yang tidak bisa tangkil hari ini bisa melakukan persembahyangan selama 11 hari kedepan.dek.

Rabu, 24 Maret 2010

Direktur RS Se-Bali Teken MoU Klaim JKBM


AMLAPURA-
Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) selama tiga bulan kebelakang terkesan kurang luwes. Pasalnya, pelayanan JKBM selama ini hanya sesuai domisili seperti yang tertera dalam KTP. Dimana, pasien yang berasal dari Tabanan misalnya hanya mendapatkan pelayanan JKBM di RSUD Tabanan.

Guna menepis kesan tidak baik tersebut, semua Direktur rumah Kabupaten/Kota sakit se-Bali dikumpulkan di ruang Yudistira RSUD Karangasem untuk menandatangani MoU mengenai pelayanan lintas kabupaten/kota. ‘’Dengan penandatanganan ini, pasien JKBM bisa dirawat di RS manapun,’’ujar Kepala Dinas Propinsi Bali, dr. I Nyoman Sutedja M. Ph, Rabu (24/3) kemarin.

Terang Sutedja, mobilitas penduduk sangat tinggi. Warga Karangasem misalkan ada yang tinggal di Buleleng. Sehingga, ketika yang bersangkutan sakit bisa dirawat di RSUD Singaraja. ‘’Apa mesti sakitnya di Buleleng harus perawatannya di Karangasem,’’terang Sutedja.

Meskipun perawatannya diluar daerah asalnya, namun pembiayaannya tetap dibebankan pada RS asal domisilinya. ‘’MoU ini kita buat untuk memudahkan dan dijadikan dasar klaim,’’imbuhnya.

Meskipun persyaratan JKBM dibilang mudah, namun masyarakat masih banyak yang mengeluhkan. Hal ini tidak dibantah oleh Sutedja. Sehingga, sambil jalan pihaknya akan berusaha melakukan pembenahan pelayanan. Obat yang ditanggung pemerintah juga tidak semuanya.

Terkait dengan surat rujukan dari Puskesmas yang selama ini banyak diributkan menurutnya bukan untuk mempersulit pelayanan. Namun, rujukan ini untuk menghindari kroditnya pelayanan di rumah sakit.

Sementara itu, satu pasien asma asal Banjar Temega, Karangasem selama menjalani perawatan diruang kelas III RSUD Amlapura justru obatnya hampir semua tidak ditanggung. Menurut salah satu anak pasien, yang ditanggung oleh pihak RS hanya spait, masker dan perban. ‘’Semua obat justru bayar, katanya smua gratis kalau sudah masuk kelas III,’’ujarnya mempertanyakan ketimpangan tersebut.

Direktur RSUD Karangasem, dr. Parwata yang dikonfirmasi masalah tersebut mengaku sama sekali tidak tahu keluhan tersebut. ‘’Bisa saja, obat yang dibutuhkan pasien memang obat yang tidak ditanggung JKBM,’’kilahnya. Menurutnya, bila ada masalah seperti ini, pihaknya mengaku agar dokter yang menangani membicarakan sebelumnya kepada keluarga pasien. dek.

UN Tidak Karuan, Panitia Pusat v Percetakan Terkesan Hanya Kejar Proyek

AMLAPURA-
Bagaimana kualitas sumber daya manusia (SDM) bisa ditingkatkan kalau dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) panitia pusat memble dan membuat UN megaburan. Koar-koar pemerintah pusat terkait pelaksanaan UN selama ini hanya isapan jempol belaka. Buktinya, dari hari pertama pelaksanaan ujian hingga memasuki hari ketiga, Rabu (24/3) kemarin, kasus soal tertukar terus terjadi. Ini menandakan antara panitia dengan rekanan pencetak soal UN terkesan hanya sebatas mengejar proyek tanpa diimbangi profesionalisme kerja.

Nyaplirnya soal ujian antara yang terpampang dalam sampul dengan isinya kembali terjadi di SMA PGRI Amlapura. Sebanyak 114 siswa jurusan IPS dari 6 ruangan akhirnya nganggur hampir 2 jam menunggu panitia memfotocopykan soal yang didapat dari SMA lainnya.

Kepala Sekolah SMA I PGRI Amlapura, Drs. Ketut Jelantik M. Si mengatakan, kejadian ini adalah kejadian kedua dalam UN kali ini. hari pertama UN dilaksanakan, Senin (22/3) lalu, kejadian serupa juga terjadi yakni dalam sampul tertulis mata pelajaran Bahasa Indonesia, nyatanya isinya Sejarah. Menurut Jelantik, tahun sebelumnya, panitia local tidak pernah keteteran seperti tahun ini.

Terang Jelantik, soal yang tertukar yakni mata pelajaran Matematika untuk jurusan IPS. ‘’Dalam sampul tertulis Matematika untuk jurusan IPS, tetapi isinya justru Matematika bagi jurusan Bahasa,’’tuturnya.

Lebih memprihatinkan lagi, soal cadangan yang diharapkan dapat memecahkan masalah juga bernasib sama. Isi soal cadangan dinilai sangat meragukan, karena pada lembar pertama soal tertulis pelajaran Matematika untuk jurusan IPS, tetapi dilembar berikutnya soal diperuntukkan bagi jurusan Bahasa. ‘’Setelah ada kesepakatan dengan tim pengawas, akhirnya kita meminjam soal dari SMA lain untuk dipotocopy,’’ceritanya.
Terkait masalah tersebut, Jelantik mengaku sangat kecewa dengan panitia pusat. Pasalnya, selain siswa kecele waktu pengerjaan, pihaknya juga dirugikan untuk mempotocopy ratusan soal. ‘’Bayangkan, ujian yang harusnya dimulai pukul 08.00 wita, justru jam segini belum kita mulai. Waktu hari senin 10 ruangan soalnya tertukar sehingga siswa mengerjakan soal sampai sore’’tegasnya.

Kedepan, pihaknya berharap, panitia pusat maupun pencetak soal agar lebih berhati-hati agar tidak terulang kembali masalah yang sama. Mengingat banyaknya soal yang harus dipotocopy, siswa baru bisa mulai mengerjakan soal sekitar pukul 09.30 wita.dek.